Mulai dari Lingkungan Bersih, Menjadi Kunci Mencegah Penyakit

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dapat membantu meminimalisir penyakit menular dan tidak menular dengan melakukan kampanye hidup sehat, lingkungan sehat, makanan sehat, serta pengendalian penyakit menular dan tidak menular.

“Keadaan yang diinginkan yakni masyarakat mampu melakukan upaya mandiri untuk pencegahan penyakit tidak menular dengan memanfaatkan tanaman obat keluarga, yang juga akan menciptakan lingkungan bersih dan sehat”.

Demikian disampaikan Panewu Anom Kalibawang Suhardiyana, S.IP selaku Ketua I Forum Komunikasi GERMAS Kapanewon Kalibawang saat Bimbingan Teknis (Bimtek) Asuhan Mandiri Taman Obat Keluarga (Asman Toga) di Ruang Riptaloka Kapanewon Kalibawang pada Kamis, 4 November 2021.

Penyuluh Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kulon Progo, Fivi Yanti, S.K.M. mengharapkan peran serta aktif masyarakat dan kelompok masyarakat seperti Kelompok Wanita Tani (KWT), Pemberdayaan Kesehatan Keluarga (PKK), Dasawisma, Kelompok Taman Obat Keluarga (TOGA), dan penyehat tradisional untuk saling bahu membahu dalam mewujudkan kemandirian kesehatan, melaksanakan gerakan masyarakat sehat, dengan dukungan stakeholder dari tingkat pedukuhan, kalurahan dan kapanewon.

“Mari menggiatkan lagi apotik hidup di lingkungan keluarga. Tanam atau budidaya tanaman obat di pekarangan rumah yang proses perawatannya mudah. Sebagian besar tanaman cocok ditanam pada awal musim penghujan seperti ini”, ujarnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui siaran pers pada medio Oktober 2021, memprakirakan bahwa sebagian wilayah Yogyakarta akan memasuki periode musim hujan. BMKG mengingatkan agar kita meningkatkan kewaspadaan jelang peralihan musim ini. Di antaranya fenomena cuaca ekstrim yang sering muncul, seperti hujan lebat, angin puting beliung, angin kencang meskipun periodenya singkat tapi sering memicu terjadinya bencana hidrometeorologi.

Memasuki musim penghujan kita perlu mewaspadai beberapa penyakit menular yang mungkin timbul, seperti Malaria dan Demam Berdarah Dengue (DBD). Meskipun identik dengan musim hujan, penyakit tersebut dapat menyerang manusia di musim kemarau. Terutama di tempat-tempat genangan air atau barang bekas, seperti barang bekas di gudang rumah atau bak mandi yang jarang dikuras.

Malaria disebabkan Plasmodium sp dan ditularkan oleh nyamuk Anopheles sp betina pada petang sampai pagi. Gejala malaria yaitu demam, sakit kepala, berkeringat, menggigil (panas dingin), lesu, muntah, mual (sakit perut), dan diare. Jika mengalami gejala tersebut segera periksakan diri ke Puskesmas atau Rumah Sakit dan habiskan obat. Malaria dapat sembuh total apabila ditangani dengan tepat.

Kita bisa mencegah malaria dengan cara tingkatkan daya tahan tubuh yakni tidur cukup, tidak minum minuman beralkohol, aktivitas fisik minimal 30 menit, minum air putih cukup, makan makanan sehat dan bergizi seimbang, dan tidak merokok.

Kemudian cara untuk menghindari gigitan nyamuk malaria dengan:

  • Tidur memakai kelambu anti nyamuk
  • Memasang kawat kasa pada jendela/ventilasi rumah
  • Menyemprot ruangan dengan semprotan anti nyamuk
  • Menggunakan anti nyamuk bakar atau anti nyamuk oles (repellent)
  • Waspada gigitan nyamuk malaria jam 06.00 sore – 06.00 pagi
  • Menjauhkan kandang ternak dari rumah
  • Membersihkan lingkungan
  • Tidak menggantung kain/pakaian yang bekas pakai
  • Apabila keluar rumah pada malam hari, sebaiknya memakai pakaian tertutup (celana panjang, baju lengan panjang, dan sarung).

Sedangkan Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue yang menyerang seseorang melalui perantara nyamuk Aedes aegipty dan Aedes albopictus. Gejalanya adalah demam tinggi mendadak, sakit kepala, ruam, nyeri otot dan sendi, mual dan muntah serta kelelahan. Dan pada kasus yang parah terjadi pendarahan hebat dan syok, yang dapat membahayakan nyawa.

Ciri-ciri nyamuk penyebar virus dengue yaitu berwarna hitam dengan belang-belang putih di tubuhnya dan bertelur di air bersih yang tergenang. Hindari gigitan nyamuk DBD yang biasa menggigit di pagi dan sore hari dengan menggunakan obat oles anti nyamuk, memakai baju lengan panjang dan celana panjang, serta tidak menggantung pakaian habis pakai.

Cegah DBD dengan 3M Plus yakni:

  • Menguras dan membersihkan tempat penampungan secara rutin
  • Menutup rapat tempat penampungan air
  • Memanfaatkan/mendaur ulang barang bekas

Plus menanam tanaman pengusir nyamuk, tidur menggunakan kelambu, gunakan repellent/lotion anti nyamuk, tidak menggantung pakaian habis pakai, memasang ovitrap/larvitrap/mosquitotrap, serta larvasidasi di tempat yang sulit dikuras/ditutup.

Di masa pandemi Covid-19 ini, upaya pencegahan malaria dan DBD harus diintegrasikan dengan adaptasi kebiasaan baru. Terlebih malaria, DBD, dan Covid-19 punya salah satu gejala yang sama, yakni demam. Oleh karena itu, upaya pengendalian penyakit tersebut mengedepankan langkah-langkah preventif dengan kemandirian masyarakat melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti 3M Plus (Menguras bak air, Menutup tempat penampungan, dan Mendaur ulang barang bekas, Plus pencegahan lainnya).

Kepala Puskesmas Kalibawang dr. Theresia Rudatun selaku Ketua II Forum GERMAS Kapanewon menyampaikan bahwa selain penyakit menular, Penyakit Tidak Menular (PTM) pun sungguh membuat orang menderita.

“Sebagai contoh orang dengan hipertensi dapat menjadi stroke. Masa hidupnya berubah menjadi tidak produktif. Hal ini terjadi karena perubahan pola penyakit terkait dengan perilaku manusia”, ujar dr. Theresia saat pembentukan Forum GERMAS pada awal 2020 lalu.

Faktor risiko PTM di antaranya kurang aktivitas fisik, kurang konsumsi sayur dan buah, konsumsi tinggi gula, konsumsi tinggi garam/natrium, obesitas, obesitas sentral (perut buncit), sampai merokok dan konsumsi alkohol.

Tujuan GERMAS adalah agar kesehatan terjaga, produktif hingga usia lanjut, lingkungan bersih, dan biaya berobat berkurang. Langkah-langkah yang dapat dilakukan yaitu aktivitas fisik di mana saja dan kapan saja, minimal 30 menit sehari. Kemudian konsumsi sayur dan buah; tidak hanya sekedar makan, namun sesuai porsi. Pada isi piringku setengah piring adalah buah dan sayur. Setengahnya lagi berupa lauk dan makanan pokok. Selanjutnya adalah pemeriksaan kesehatan secara berkala seperti cek tekanan darah, kolestrol, lingkar perut, IVA, maupun tes darah lengkap tiap 6 bulan sekali.

Panewu Kalibawang Hening Nurcahya, A.P., M.M. menyampaikan bahwa GERMAS harus dilakukan bersama-sama, dengan penuh kesadaran untuk hidup sehat.

“Masing-masing individu memiliki peran yang sangat penting dalam upaya mencapai tujuan hidup yang sehat. Mulai dari lingkungan yang bersih, menjadi kunci untuk mencegah penyakit. Menjaga kesehatan dengan makan yang cukup dan bergizi, dan tentunya tetap selalu mematuhi protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19. Di antaranya memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan seterusnya. Serta segera lakukan vaksinasi Covid-19”, pungkasnya.