Menikah Itu Tidak Hanya Yang Indah-Indah Saja

“Di dalam kehidupan pernikahan itu ada ekonomi rumah tangga, kesehatan keluarga, pendidikan anak, kehidupan bermasyarakat, dan seterusnya”.

Demikian disampaikan Joko Sulistyo dari Kalyanamitra dalam Sosialisasi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Pengarustamaan Gender di ruang Riptaloka Kapanewon Kalibawang pada Rabu, 3 November 2021.

Hadir Panewu Kalibawang Hening Nurcahya, A.P., M.M. didampingi Kepala Jawatan Sosial Dra. Sri Sudiati, M.M., Polsek Kalibawang, Koramil Kalibawang, Kantor Urusan Agama (KUA) Kalibawang, Puskesmas Kalibawang, Joko Sulistyo dari Yayasan Kalyanamitra, dan perwakilan dari 4 kalurahan se kapanewon Kalibawang.

Sosialisasi KDRT dan Pengarustamaan Gender merupakan salah satu peningkatan efektifitas kegiatan pemerintahan di tingkat kapanewon. Panewu Kalibawang Hening Nurcahya, A.P., M.M. berharap melalui sosialisasi yang berbicara tentang keluarga dan tentang perempuan ini, kita dapat mengenali potensi KDRT sekaligus siap menangkal dan menghindarinya.

“KDRT tidak hanya secara fisik, namun juga secara verbal sampai dengan psikis. Mari belajar bersama dalam sosialisasi ini, sebagai transfer pengetahuan bagi kita semua”, ujarnya.

Narasumber dari Yayasan Kalyanamitra, Joko Sulistyo menuturkan bahwa risiko kekerasan terjadi di sekitar kita.

“Yang dimaksud dengan kekerasan atau penyerangan bisa berupa pendapat maupun fisik. Ada korban, pelaku, dan relasi kuasa dalam keluarga. Akar masalah KDRT adalah relasi kuasa yang timpang. Ini berhubungan dengan konstruksi gender, yang cenderung menciptakan kerentanan terhadap perempuan”, tuturnya.

Lebih lanjut Joko Sulistyo menuturkan perlunya edukasi terhadap generasi muda, seperti generasi pra nikah agar mereka juga mengenali potensi KDRT sejak dini.

“Edukasi KDRT tidak hanya terhadap mereka yang sudah berkeluarga. Generasi muda, seperti generasi pra nikah juga perlu diberikan pemahaman, pengetahuan, dan peran dalam mencegah KDRT. Tentunya dengan pendekatan-pendekatan khusus, agar generasi muda memiliki kesiapan dan kematangan yang memadai sebelum menikah”, lanjutnya.

“Seperti yang sering kami katakan kepada teman-teman anak muda, bahwa menikah itu tidak hanya yang indah-indah saja. Di dalam kehidupan pernikahan itu ada ekonomi rumah tangga, kesehatan keluarga, pendidikan anak, kehidupan bermasyarakat, dan seterusnya. Edukasi bagi generasi muda juga merupakan salah satu upaya pencegahan pernikahan di bawah umur”, pungkas Joko Sulistyo.