Nikah di Tengah Pandemi, Taati Protokolnya

Di akhir pekan ini pemerintah telah menetapkan adanya libur dan cuti bersama. Kesempatan baik ini banyak di antara warga kita yang memanfaatkan untuk hajatan pernikahan.

Nah apa yang perlu diketahui, jika mau melangsungkan pernikahan di situasi Pandemi Covid-19 saat ini.

Tema ini yang diangkat pada Rapat Koordinasi Satgas Covid Kapanewon Kalibawang di RM Bangkong Lestari Aji pada Selasa (27/10).

Hadir dalam kesempatan tersebut Heri Darmawan, A.P., M.M. Panewu Kalibawang, Kompol Sumina, S.H. Kapolsek Kalibawang, Kepala Puskesmas dr. Theresia Rudatun, Panewu Anom Kalibawang Suhardiyana, S.IP, Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Kalibawang Dra. Sri Sudiati, M.M., Jagabaya se Kapanewon Kalibawang, Bhabinkamtibmas dan Babinsa se Kapanewon Kalibawang, serta Yudi petugas surveilans dari Puskesmas.

Panewu Kalibawang Heri Darmawan, A.P., M.M. menjelaskan sesuai Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 44 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Kehidupan Baru Pada Masa Pandemi Covid-19, bahwa calon manten yang berasal dari luar Kulon Progo wajib melaporkan kedatangannya kepada Perangkat Pemerintah terdekat di RT/RW/Pedukuhan/Kalurahan dan Puskesmas di mana dia akan tinggal.

Selanjutnya jika calon manten datang dari luar DIY maka harus membawa surat keterangan sehat. Dan apabila datang dari luar DIY yang melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB/transmisi lokal/zona merah agar membawa surat keterangan  sehat yang dibuktikan dengan hasil pemeriksaan  Rapid Test dengan hasil Non Reaktif berlaku 7 hari atau hasil  Swab Test negatif berlaku 14 hari.

Jika tidak memenuhi persyaratan di atas maka calon manten wajib melakukan karantina mandiri selama 14 hari di rumah yang memenuhi syarat atau di shalter karantina desa.

Untuk mereka yang datang dari luar negeri wajib membawa surat keterangan sehat dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan di pintu masuk negara yang dilengkapi hasil pemeriksaan swab test berlaku 14 hari, dan melaksanakan karantina mandiri selama 14 hari di rumah yang memenuhi syarat atau di shalter karantina desa. Selengkapnya dapat dilihat di sematan pada laman website Kapanewon Kalibawang (klik di sini).

"Bukti hasil Rapid Test dimaksud dikirimkan ke kami selambat-lambatnya 3 hari sebelum pernikahan dilangsungkan", ujar Heri Darmawan, A.P., M.M.

Sementara Kapolsek Kalibawang Kompol Sumina, S.H. minta kerjasama semua pihak terutama anggota Satgas Covid dan Lurah/Dukuh dan relawan Kalurahan dalam melakukan edukasi  kesiapan jelang pernikahan agar sesuai protokol kesehatan.

"Kami mohon diimbau untuk tidak disarankan prasmanan atau makan di tempat, pengaturan jarak tempat duduk, kesiapan tempat cuci tangan dan sabun, thermogun dan petugas pengecek suhu dan pencatatannya dan  sebagaimanya agar benar benar aman pelunaran Covid”, tegasnya.

Kepala Puskesmas Kalibawang dr. Theresia Rudatun minta kepada Para Lurah agar Pelaku Perjalanan dilaporkan ke Puskesmas untuk memudahkan pemantauan, karena  kasus yang muncul di wayah Kalibawang berasal dari Pelaku Perjalanan.

"Kami  minta agar warga Pelaku Perjalanan dilaporkan secara rutin ke Puskesmas.",  ujar dr. Theresia Rudatun.

Guna menekan munculnya kasus baru dan kesiapan Adaptasi Kehidupan Baru, Satgas Covid Kapanewon Kalibawang akan melakukan Operasi Yustisi dan monitoring serta  evaluasi secara berkala di berbagai kantor,  obyek wisata serta pusat keramaian seperti pasar dan pertokoan. Hingga saat ini akumulasi kasus Covid ada 7 orang, 4 orang sudah dinyatakan sembuh dan 3 lainnya masih isolasi di Rumah Singgah Teratai Wates.