Tingkatkan Kewaspadaan Jelang Musim Penghujan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY melalui audiensi tingkat Kabupaten Kulon Progo pada 19 Oktober 2020 yang lalu menyampaikan informasi bahwa ada potensi bencana Hidro-Meteorologi yang berpotensi cuaca ekstrem, dan juga sehubungan dengan curah hujan di DIY bersamaan dengan fenomenan La Nina yang berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan signifikan hampir 40 persen.

Sebagai tindak lanjut dari informasi tersebut, dilaksanakan Rapat Koordinasi Persiapan Menghadapi Ancaman Bencana Musim Penghujan di Ruang Riptaloka Kapanewon Kalibawang pada Kamis (22/10).

Hadir Panewu Anom Kalibawang Suhardiyana, S.IP, Danramil Kalibawang Kapten (Inf) Rismanto, Babinsa dan Bhabinkamtibnas se Kalibawang,  Jagabaya se Kapanewon Kalibawang, Taruna Siaga Bencana (Tagana), perwakilan relawan Jajaran Progo Menoreh (JPM), serta koordinator Kampung Siaga Bencana (KSB) Kalurahan Banjararum dan Banjaroyo.

Danramil Kalibawang Kapten (Inf) Rismanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa seluruh anggota Koramil sudah melaksanakan siaga bencana.

“Apabila di wilayah kita terjadi bencana alam, kita sudah siap sewaktu-waktu digerakkan. Kita siap membantu dan siap mendukung, mari kita bersama-sama siap siaga menghadapi musim penghujan ini. Kepada masyarakat apabila ada bencana, segera dilaporkan sehingga dapat segera ditanggulangi bersama-sama”, ujarnya.

Panewu Anom Kalibawang, Suhardiyana, S.IP mengajak untuk bersiap siaga menghadapi fenomena Hidrometeorologi yang disebabkan oleh La Nina seperti banjir, tanah longsor, dan bisa juga hujan yang disertai angin kencang.

“Di wilayah kita sendiri, mempunyai potensi tanah longsor dan angin kencang yang dapat mengakibatkan pohon tumbang. Sehingga perlu menyusun langkah-langkah kesiapsiagaan, seperti mempersiapkan personil dan peralatan”, ujarnya.

Lebih lanjut beliau juga mengajak masyarakat untuk siap siaga meminimalkan risiko kejadian bencana di lingkugannya masing-masing.

“Misalnya di dekat rumah ada pohon yang sudah tua, untuk meminimalkan risiko kejadian sebaiknya dahannya dipangkas atau dikurangi”, pesannya.

Sementara relawan JPM, Kuswadi menyampaikan pihaknya sudah siap siaga mempersiapkan peralatan dalam menghadapi bencana.

“Kami dari relawan JPM sudah siap siaga mempersiapkan alat-alat semaksimal mungkin. Semoga bisa bermanfaat, karena peralatan kami juga terbatas. Jadi kami harapkan peralatan di masyarakat juga dapat diinventarisir”, ujarnya.

Sedangkan Heri Sutopo dari KSB Banjararum menyampaikan pihaknya sudah siap siaga dengan mempersiapkan personil dan logistik.

“Kami sudah mempersiapkan personil dan serta mengajukan permohonan logistik ke Dinas Sosial”, tuturnya.

Untuk menghadapi adanya peringatan ini diharapkan warga masyarakat tidak panik namun perlu kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Salah satu yang perlu mendapat perhatian dari Pemerintah Kalurahan serta warga masyarakat adalah perlu mulai melakukan inventarisasi, pengecekan, dan pembersihan saluran saluran air atau drainase serta sungai-sungai di wilayah Kalurahan agar aliran air tidak terjadi gangguan atau penyumbatan yang mengakibatkan terjadinya banjir.

Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi curah hujan yang cenderung meningkat dan membutuhkan kelancaran saluran pembuangannya.