Satgas Covid Sasar Perkantoran Hingga Ponpes

Sebagai upaya pencegahan terjadinya penularan Covid di lingkungan perkantoran pemerintah, lembaga swasta, sekolah-sekolah, dan pondok pesantren, Satgas Covid Kapanewon Kalibawang melaksanakan Operasi Yustisi Penegakan Protokol Kesehatan sejak Selasa hingga Rabu (21/10).

Lokasi kegiatan di antaranya SMK Ma’arif Kalibawang, SD N Kalibawang, BRI unit Kalibawang, Unit Pengelola Keuangan (UPK) Kalibawang, SMP N 1 Kalibawang, MAN 3 Kulon Progo, Pondok Pesantren Sulthon Salim, SMP Ma’arif Kalibawang, Kantor Pos Kalibawang, SMP N 2 Kalibawang, SMA N 1 Kalibawang, SDIT Ibnu Abbas 3 Kalibawang, SMP Muhammadiyah Kalibawang, dan SMK Muhammadiyah Kalibawang.

Kegiatan dihadiri oleh Panewu Kalibawang Heri Darmawan, A.P., M.M. dan jajarannya, Kapolsek Kalibawang Kompol Sumina, S.H. dan jajarannya, Danramil Kalibawang Kapten (Inf) Rismanto dan jajarannya, dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kalibawang H. Afwan Zuhdi, S.Ag., M.A. serta Kepala Tata Usaha Puskesmas Kalibawang Fidiastuti, SKM, M.M. mewakili Kepala Puskesmas Kalibawang.

Operasi Yustisi ini dimaksudkan untuk melakukan evaluasi dan memastikan apakah protokol kesehatan sudah dilaksanakan di setiap instansi, lembaga, maupun sekolah dan pondok pesantren sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 44 tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Kehidupan Baru (New Normal) Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Harapannya melalui operasi ini, seluruh pimpinan unit kerja dapat melakukan perbaikan dan penyempurnaan penerapan protokol kesehatan di lingkungan kerja masing-masing dan akan dievaluasi oleh tim Satgas Kapanewon secara berkala.

Panewu Kalibawang minta kepada para pimpinan unit kerja atau lembaga, sekolah maupun pondok pesantrean untuk bekerja sama, bergotong royong membantu mencegah agar tidak terjadi cluster baru penyebaran Covid-19 dengan cara penerapan protokol kesehatan secara ketat, sehingga tetap aman, sehat, dan produktif.

"Kami minta bantuan kerja sama Bapak Ibu pimpinan unit kerja beserta jajarannya untuk mencegah jangan sampai terjadi cluster baru penularan Covid melalui protokol kesehatan secara ketat", ujarnya.

Lebih lanjut pihaknya minta agar supaya penanganan Covid lebih efektif, agar masing-masing pimpinan unit kerja membentuk Satgas di tingkat kantor, lembaga, sekolah maupun pondok pesantren.

Sementara Kompol Sumina S.H., Kapolsek Kalibawang menyampaikan apresiasi kepada pimpinan perkantoran, sekolah, lembaga, dan pondok pesantren yang sudah berusaha melaksanakan protokol kesehatan. Beberapa catatan yang perlu disempurnakan agar dilakukan tindak lanjut.

"Satu hal yang perlu dilakukan oleh Bapak Ibu adalah menyiapkan masker, sehingga apabila ada warga atau tamu yang tidak memakai masker maka sekolah sudah menyiapkan," pesannya.

Fidiastuti, SKM, M.M. dari Puskesmas Kalibawang menyampaikan bahwa berdasarkan evaluasi pada saat operasi yustisi dilaksanakan, secara umum sudah melaksanakan protokol kesehatan. Namun masih dijumpai beberapa perkantoran/lembaga/sekolah yang belum melaksanakan secara optimal di antaranya belum adanya pemasangan spanduk area wajib bermasker, pemasangan wastafel yang belum memadai, media edukasi cuci tangan, penyediaan alat pengecek suhu (thermogun), pemakaian masker yg belum benar, dan masih dijumpai masker yang tidak standar WHO (World Health Organization).

“Kami berharap pimpinan perkantoran/lembaga/sekolah ini untuk bisa melakukan perbaikan dan edukasi kepada semua pihak”, ujarnya.

Salah satu lokasi yang dilakukan Operasi Yustisi adalah SMP N 1 Kalibawang. Sekolah ini sudah melaksanakan penerapan protokol kesehatan dengan baik dan sudah memiliki Satgas Pencegahan Covid tingkat sekolah. Sarana cuci tangan, sarana edukasi cukup memadai didukung dengan kesadaran warga sekolah dalam penggunaan masker dan jaga jarak sudah cukup baik.

Kepala Sekolah SMP N 1 Kalibawang, Sri Haryani, S.Pd. menyampaiakan terima kasih kepada Satgas Kapamewon yang sudah memberikan perhatian. Pihaknya sudah berusaha menerapkan protokol kesehatan di lingkungan sekolah, namun demikian apabila masih ada kekurangan akan melakukan perbaikan.

"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin menerapkan protokol kesehatan, namun apabila masih ada kekurangan akan segera melakukan perbaikan. Sedangkan seluruh guru dan karyawan serta siswa kami saat ini dalam kondisi sehat semua", ujarnya.