Aplikasi Agensia Pengendali Hayati untuk Tanaman Padi

Gerakan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) di pertanaman umur 7-10 hst (hari setelah tanam) oleh Kelompok Tani Ngudi Santoso Kedondong menggunakan aplikasi Agensia Hayati. Kegiatan yang dibantu oleh Regu Pengendali Tanaman (RPT) Binangun Kulon Progo ini dilaksanakan di Gubuk Wilkel Bulak Kedondong, Banjararum, pada Rabu (23/09).

Hadir Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Ir. Muh. Aris Nugroho, M.M.A., Panewu Kalibawang Heri Darmawan, A.P., M.M., Lurah Banjararum Warudi bersama Ulu-Ulu Purwanto, S.PT. dan staff, Kepala Laboratorium Pengamat Hama Penyakit Tumbuhan (LPHPT) beserta jajarannya, Koordinator Pengendali Organismen Pengganggu Tanaman (POPT) Kulon Progo Ngadiran S.P., Koordinator BPP Kalibawang Ermono, S.P., Penyuluh Pertanian dan POPT, Bhabinkamtibmas Banjararum Aipda Suharyatno, serta Regu Pengendali Tanaman (RPT) Binangun Kulon Progo dan anggota Kelompok Tani Ngudi Santoso.

Pengendalian di pertanaman dengan menggunakan Agensia Hayati berupa Beauveria bassiana, Plant Growth Promoting Rhizobacterium (PGPR), dan Corynebacterium dan tetes tebu.
Sedangkan aplikasi Agensia Pengendali Hayati (APH) adalah pencampuran Beauveria bassiana 1/2 kg, PGPR 5 liter, 1 botol tetes tebu dicampur air 100 liter dalam 1 tong besar.

Untuk Kalurahan Banjararum sudah tanam padi semua seluas 346 Ha, diketahui keberadaan agroekosistem masih seimbang antara hama dan musuh alami. Diharapkan dengan adanya gerakan pengendalian di pertanaman ini dapat aman terkendali sampai panen dengan hasil melimpah.

Koordinator BPP Kalibawang Ermono, S.P. mengatakan bahwa kegiatan pengendalian hama ini terlaksana atas kerjasama dan dukungan dari Pemerintah Kalurahan Banjararum dimana melalui Dana Kalurahan mengalokasikan anggaran yang digunakan untuk kegiatan pengendalian hama tanaman padi.

Lurah Banjararum Warudi mengapresiasi kepada Dinas Pertanian Kabupaten Kulon Progo yang telah mmberikan bantuan kepada petani di wilayahnya, pihaknya berharap program ini akan membantu meningkatkan hasil produksi dan metode hayati ini terus dikembangkan.

Sementara untuk musim tanam saat ini dari luas lahan pertanian di wilayah Kapanewon Kalibawang 789 hektar, arena pertanian yang sudah menanam padi mencapai 646 hektar atau 81 persen. Ditargetkan hingga akhir September ini seluruh lahan sudah tertanami padi.