Para Pedagang Dapat Penyuluhan Adaptasi Kebiasaan Baru

Objek wisata Gua Maria Sendangsono yang terletak di pedukuhan Semagung, Banjaroyo Kalibawang, merupakan salah satu objek wisata religius di Kulon Progo yang bersejarah dan menarik. Sehingga Sendangsono banyak dikunjungi oleh peziarah dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari luar negeri.

Namun saat pandemi Covid melanda, objek wisata ini pun terkena dampak secara langsung dan bahkan pihak manajemen/pengelola melakukan penutupan sementara akses masuk bagi para peziarah.

Seiring dengan terbitnya  kebijakan  Bupati Kulon Progo tentang Tatanan Kehidupan Baru Pada Masa Pandemi Corona Kabupaten Kulon Progo, pengelola Peziarahan Sendangsono terus melakukan persiapan dalam rangka pembukaan kembali objek wisata tersebut.

"Sebagai langkah antisipasi pihak pengurus penerapan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah dan Gereja", demikian ungkap Romo Aloysius Triyanto, Pr.  selaku Pastor Kepala di Paroki St. Maria Lourdes Promasan sekaligus sebagai Ketua Pengurus Peziarahan Sendangsono.

Dalam sambutannya menjelaskan Sendangsono akan dibuka kembali rencananya 1 Oktober 2020, sehingga pihaknya telah menyiapkan pelaksanaan  tatanan baru dalam rangka untuk mencegah penularan Covid melalui sosialisasi protokol kesehatan bagi para pedagang dan warga sekitar, yang diikuti 40 orang di Gereja Promasan pada Jum'at  (18/09).

Dokter Theresia Rudatun, Kepala Puskesmas Kalibawang di hadapan para pedagang berharap agar benar-benar patuh dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, kuncinya adalah saat berdagang wajib memakai masker dan kaca pelindung wajah (face shield), sering mencuci tangan dengan air mengalir dan pakai sabun serta menjaga jarak dengan pembeli minimal 1 meter, penyemprotan disinfektan secara berkala, menjaga kebersihan barang dagangan, dapat melayani pembelian secara online dan jasa antar.

"Kuncinya hanya 3 Bapak Ibu, pakai masker, jaga jarak minimal 1 meter, dan sering seringkali mencuci tangan dengan air mengalir dan memakai sabun. Itu saja," tegas dokter Theresia.

Sementara Heri Darmawan, A.P., M.M., Panewu Kalibawang mengharapkan agar para pedagang dan pengelola Objek Wisata  Sendangsono  bertindak tegas tapi sopan demi pencegahan penularan Covid di wilayah Kalibawang.

Setiyanto, manager Sendangsono menjelaskan kebijakan yang diambil diantaranya  pembukaan  dilakukan secara bertahap dan hanya melalui pintu utama. Untuk fase pertama diantaranya adalah jam buka mulai jam 09.00 hingga 16.00, dan dievaluasi berikutnya. Di pintu masuk akan disiapkan petugas khusus untuk melakukan arahan kepada peziarah sesuai protokol kesehatan,  dilakukan pendaftaran atau pencatatan  peziarah, sembahyang paling lama 30 menit dan dilakukan secara individual.

Untuk pedagang pihaknya minta agar menyiapkan diri sesuai arahan dan kebijakan manajemen untuk penerapan protokol kesehatan demi kesehatan semua pihak.