Dinas Sosial DIY Mulai Droping Air di Kalibawang

Memasuki musim kemarau saat ini, ada beberapa wilayah Kalibawang yang merupakan daerah rawan kekeringan.

Berdasarkan hasil pemetaan setidaknya ada 20 pedukuhan yang mengalami kekeringan meliputi Banjaroyo yakni Plengan, Duren Sawit, Semawung, dan Tanjung. Sedangkan Kalurahan Banjarharjo meliputi Kalisentul, Gerpule, Salam, Beku, Padaan Ngasem, Srandu, dan Cikalan Kidul. Selanjutnya Banjarasri meliputi Tosari, Kalisoka, Nglebeng, dan Sumbersari. Kemudian di Banjararum meliputi Klepu, Popohan, Brajan, Ngipikrejo 1, dan Puser.

Sesuai dengan kebijakan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, Dinas Sosial DIY telah mengalokasikan anggaran untuk penanganan kekurangan air bersih/kekeringan di Kabupaten Kulon Progo tahun 2020 dengan alokasi 250 tangki.

Beberapa wilayah di Kalibawang sudah mulai menerima droping air di antaranya pedukuhan Klepu, Brajan, dan Puser secara bertahap, yang selanjutnya droping untuk pedukuhan lain yang sudah mengajukan.

Sedangkan bagi pedukuhan yang memerlukan dan belum mengajukan secara tertulis, diharapkan segera berkoordinasi dengan Kalurahan.

“Kepada warga kami Kalibawang yang memerlukan droping air bersih karena mengalami kekurangan air bersih/kekeringan mohon segera koordinasi dengan Pak Dukuh dan Pak Lurah untuk mengajukan permohonan ke Dinas Sosial melalui Kapanewon. Informasi yang kami terima dari BPDB Kulon Progo bahwa jatah droping air untuk Kabupaten Kulon Progo masih sebanyak 153 tangki”, ujar Heri Darwawan, A.P., M.M.

Panewu Kalibawang Heri Darmawan, A.P., M.M. yang didampingi Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Kalibawang Aris Sarjono, S.H., Jagabaya Kalurahan Banjararum Agus Sumarwata, S.H., serta Babinsa Banjararum Susanto dan Bhabinkamtibnas Banjararum Suharyatno melakukan pengecekan lokasi sumber air di Belik Kembar Banjararum pada Rabu (09/09).

Agus Sumarwata, S.H. menyampaikan debit air di Belik Kembar masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air bersih saat ini. Beliau berharap agar warga memanfaatkan air di Belik Kembar dengan bijak, sehingga bisa memenuhi kebutuhan semua warga.

“Kami juga menyarankan untuk tidak melakukan penebangan pohon yang tidak diikuti dengan penanaman. Jadi gerakan penghijauan tetap dilestarikan, seperti menanam pohon yang bisa untuk menyimpan air”, pungkasnya.