Mengendalikan Hama dengan Agensia Hayati, Murah dan Aman

Hama dan penyakit pada tanaman merupakan salah satu kendala yang sangat mengganggu dalam usaha pertanian. Salah satu upaya yang dilakukan petani untuk mencegah hama yakni melalui gerakan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Seperti yang dilakukan oleh Kelompok Tani Maju Jaya Blumbang, Banjararum pada Senin, (31/08).

Gerakan pengendalian OPT pada persemaian umur 15-21 hss (hari setelah semai) ini dihadiri oleh Kepala Laboratorium Pengamat Hama Penyakit Tumbuhan (LPHPT) Ir. Paryoto M.P. beserta jajarannya, Koordinator Pengendali Organismen Pengganggu Tanaman (POPT) Kulon Progo Ngadiran S.P. bersama tim, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kalibawang Ermono, S.P. beserta Penyuluh, serta sejumlah anggota Kelompok Tani Maju Jaya dibantu oleh Regu Pengendali Tanaman (RPT) Binangun Kulon Progo.

Pengendalian di persemaian menggunakan Agensia Hayati berupa Beauveria bassiana, PGPR, Corynebacterium, dan tetes tebu. Dalam aplikasinya untuk pencampuran Beauveria bassiana 1/2 kg, PGPR 5 liter, 1 botol tetes tebu dicampur air 100 liter dalam 1 tong besar.

Selain itu juga dilakukan penjaringan dengan jaring serangga 10 kali ayunan tunggal di persemaian. Diperoleh hama wereng coklat, wereng punggung putih, dan ditemukan musuh alami phaederus, capung, cytorinus. Keberadaan agroekosistem masih seimbang antara hama dan musuh alami.

Kemiyo, salah satu anggota Kelompok Tani Maju Jaya Blumbang menyampaikan bahwa penggunaan Agensia Hayati ini murah dan aman.

“Selain itu juga ramah lingkungan, tidak meninggalkan residu pestisida.”, ujarnya.

Koordinator BPP Kalibawang Ermono, S.P. berharap dengan adanya gerakan pengendalian hama di persemaian ini, hasil panen nantinya bisa melimpah serta berkualitas.