Terima Kedatangan Petugas Sensus di Rumah pada September 2020

Salah satu tahapan pencatatan Sensus Penduduk 2020 telah selesai, mulai tanggal 15 Februari hingga 29 Mei 2020 melalui Sensus Penduduk Online. Namun belum seluruh penduduk Indonesia tercatat.

Oleh karena itu, di bulan September 2020 akan dilakukan tahap pendataan penduduk selanjutnya, yaitu pencacahan di lapangan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kulon Progo mengadakan Rapat Koordinasi Petugas Sensus Penduduk wilayah Kapanewon Kalibawang di Balai Kalurahan Banjarharjo, pada Sabtu (29/08).

Koordinasi dilakukan oleh Kepala BPS Kulon Progo yang diwakili pejabat BPS Kulon Progo Wahana, Staff Neraca BPS Kulon Progo Catur Didik Wahyudi, dan Mitra BPS Heru Winarta. Ketiganya bertindak sebagai Koordinator Sensus Kecamatan (KOSEKA). Hadir 32 mitra BPS sebagai petugas sensus untuk wilayah Kapanewon Kalibawang.

Kepala BPS Kulon Progo, Sugeng Utomo memberikan pesan yang disampaikan oleh Wahana bahwa Petugas Sensus yang kini disebut PS sudah menjadi kepercayaan dalam melaksanakan pencacahan.

“Semoga bisa berjalan lancar dalam melaksanakan tugas. Dengan jerih payah diharapkan dapat menghasilkan data yang berkualitas, seperti tidak ada yang terlewat atau dobel. Jaga kesehatan saat berkunjung, tetap mematuhi protokol kesehatan dan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sudah disediakan. Semua materi ada dalam pembelajaran mandiri, jika ada yang belum jelas dapat ditanyakan melalui Koordinator Sensus Kecamatan (Koseka)”, pesannya.

"Kami mengharapkan bantuan dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan Sensus Penduduk ini, dan petugas kami sudah melakukan Rapid Test atau bebas Covid dan tetap mematuhi protokol kesehatan dengan ketat", lanjut Wahana.

Catur Didik Wahyudi menjelaskan kegunaan Sensus Penduduk untuk mendapatkan karakteristik penduduk seperti jumlah, umur, jenis kelamin, dan komposisinya. Kemudian dijelaskan pula tahapan Sensus Penduduk lapangan serta tahapan pencatatannya.

“Petugas sensus mempunyai tugas dan tanggung jawab seperti mengikuti pembelajaran secara mandiri melalui TVRI, menerima dokumen dan perlengkapan Sensus, mengenali wilayah Satuan Lingkungan Setempat (SLS), melakukan pemeriksaan berbagai daftar, dan melakukan verifikasi lapangan”, jelasnya.

Beliau menekankan agar petugas sensus fokus pada setiap tahapannya, serta mematuhi deadline untuk melaporkan kepada Koseka.

“Keterlibatan Ketua SLS sangat diharapkan untuk terlibat secara langsung, sehingga Ketua RT harus mendampingi petugas sensus. Jika berhalangan, Ketua RT dapat menunjuk orang lain untuk mewakili”, tambahnya.

Puji Rahayu, salah satu petugas sensus dari Banjarharjo menyampaikan Sensus Penduduk di lapangan kali ini berbeda dari yang sudah pernah dilakukan.

“ Saya sudah pernah menjadi petugas sensus pada Sensus Penduduk 2010 yang lalu, namun kali ini formatnya berbeda sehingga tetap harus mempelajarinya lagi”, ujarnya.

Bagi masyarakat yang nanti didatangi petugas, terima kehadirannya dan pastikan memberi jawaban yang benar dan jujur.