Bayar Sekarang Kenapa Harus Ditunda

Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (SPPT PBB-P2) Tahun 2020 Kabupaten Kulon Progo diserahkan kepada semua Kapanewon pada bulan Februari lalu, yang selanjutnya sudah didistribusikan kepada Wajib Pajak melalui Tim masing-masing Kalurahan.

Sebagai salah satu sektor penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kulon Progo, kualitas pengelolaan PBB-P2 harus selalu ditingkatkan. Peran lintas sektor dalam melakukan pendekatan sangat penting, untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pentingnya membayar pajak untuk kelangsungan pembangunan di Kabupaten Kulon Progo.

Dilansir dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kulon Progo pada tanggal 30 Juli 2020 (08.08 WIB), progress pembayaran PBB khususnya di Kapanewon Kalibawang baru mencapai 79,72 persen. Terdiri dari 25.339 lembar SPPT senilai Rp 1.043.158.128,- dan yang sudah terealisasi sejumlah 20.124 SPPT sebesar Rp 805.757.624,-

Wajib Pajak dapat melakukan pembayaran PBB melalui Bank BPD DIY, Bank BNI, PT. Pos Indonesia, atau Petugas Pemungut salah satunya melalui Dukuh. Seperti yang dilakukan oleh Sumiyati, warga Pantog Kulon Banjaroyo yang melakukan pembayaran saat layanan jemput bola yang dilaksanakan oleh Tim Kalurahan Banjaroyo dipimpin oleh Pj. Lurah Banjaroyo Senija, S.IP, M.Si. di rumah Dukuh Pantog Kulon, Saryanto pada Rabu (29/07).

Maturnuwun Pak Lurah, kami jadi lebih dekat dan gampil (mudah-red) pajak PBB”, ujar Sumiyati.

Saryanto, Dukuh Pantog Wetan menyambut baik karena warganya terbantu dan antusias datang membayar pajak. “Semoga jemput bola kali ini lebih menggugah warga masyarakat untuk lebih sadar akan kewajibannya dalam membayar PBB”, ujarnya.

Kepala Jawatan Praja Kapanewon Kalibawang Agung Kurniawan, S.E. menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga Kapanewon Kalibawang yang sudah lunas PBBnya. Jawatannya bersama Kalurahan terus berusaha mendorong dan memotivasi warga agar membayar PBB tepat waktu.

“Bagi warga yang belum bayar PBB, lebih baik bayar sekarang kenapa harus ditunda”, pungkasnya.