PPDB SMP di Kalibawang Patuhi Protokol Kesehatan

Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2020/2021 khususnya jenjang SMP di wilayah Kalibawang yang dilaksanakan mulai 29 Juni hingga 1 Juli mendatang dimonitor dari Satuan Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kapanewon Kalibawang. Monitoring dihadiri oleh Panewu Kalibawang, Heri Darmawan, A.P., M.M., Iptu Edi Purnomo Kanit Bimas Polsek Kalibawang, dan Bripka Suparjo mewakili Danramil Kalibawang yang dilaksanakan Senin, 29/06 di SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2.

Pendaftaran dilaksanakan secara online sehingga tidak terjadi kerumunan massa dan telah melaksanakan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah seperti wajib memakai masker, dilakukan pengecekan suhu, jaga jarak dan wajib cuci tangan. "Kami sudah melaksanakan protokol kesehatan dan tidak ada kerumunan massa karena pendaftaran dilakukan oleh admin atau guru yang ditunjuk dari sekolah asal calon peserta didik baru" ujar Sulis Setyarini, S.Pd., M.Pd Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kalibawang.

Sedangkan di SMP Negeri 1 Kalibawang, menurut Agus Budi selaku Ketua Panitia PPDB menjelaskan untuk penerimaan PPDB teknis pelaksanaannya telah menyesuaikan dengan situasi pandemi saat ini, agar warga sekolah tetap aman dan sehat. Karena ada potensi pendaftar juga berasal dari luar Kalibawang sehingga pihaknya juga tetap waspada. Baik SMPN 1 maupun SMPN 2, menargetkan calon peserta didik baru masing-masing sekolah sebanyak 96 siswa sesuatu dengan izin yang diberikan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan PPDB dengan tertib, lancar, cukup transparan serta telah menerapkan protokol kesehatan, semoga menjadi media pembiasaan untuk menghadapi tata kehidupan baru di lingkungan pendidikan kita" ujar Panewu Kalibawang Heri Darmawan, A.P., M.M.

Satgas Kapanewon berharap agar tata laksana ini terus dibiasakan dan menghimbau kepada warga Kalibawang untuk segera melakukan pendaftaran putra putrinya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi sesuai jadwal yang ditentukan guna mendukung program wajib belajar 9 tahun.