Sejarah

Sejarah Kapanewon Kalibawang tidak lepas dari sejarah terbentuknya Kabupaten Kulon Progo.

Sebelumnya pada tahun 1855 terbentuk Kabupaten Kalibawang yang dipimpin oleh Tumenggung,  masuk wilayah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Menurut buku 'Prodjo Kejawen' pada tahun 1912 Kabupaten Kalibawang bersama Kabupaten Nanggulan, Sentolo dan Pengasih digabung menjadi satu, kemudian diberi nama Kabupaten Kulon Progo dengan ibukota di Pengasih. Bupati pertama dijabat oleh Raden Tumenggung Poerbowinoto.

Dalam perjalanannya, sejak 16 Februari 1927 Kabupaten Kulon Progo dibagi atas dua Kawedanan dengan delapan Kapanewon. Kalibawang menjadi Kapanewon di Kawedanan Nanggulan.

Pada tanggal 15 Oktober 1951 Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Adikarto digabung menjadi satu Kabupaten dengan nama Kulon Progo. Selanjutnya pada tanggal 29 Desember 1951 proses administrasi penggabungan telah selesai dan pada tanggal 1 Januari 1952, administrasi pemerintahan baru mulai dilaksanakan dan status Kapanewon Kalibawang menjadi Kecamatan Kalibawang.

Pada tanggal 20 Desember 2019 ditetapkan perubahan nomenklatur Kecamatan menjadi Kapanewon, maka per tanggal 1 Januari 2020 Kecamatan Kalibawang kembali disebut Kapanewon Kalibawang.

Daftar Camat di Kalibawang :

1. Sutiyarjo tahun 1970 s/d 1977

2. Praja Martono tahun 1977 s/d 1979

3. Kadir tahun 1979 s/d 1982

4. Widodo tahun 1982 s/d 1986

5. Adam Nurjati tahun 1986 s/d 1990

6. Agung Sudrajat tahun 1990 s/d 1996

7. Akibat tahun 1996 s/d 1999

8. Kasil Subekti, S.H. tahun 1999 s/d 2001

9. Drs. Sarjono tahun 2001 s/d 2005

10. Drs. Ramidjo tahun 2005 s/d 2008

11. Suwarno tahun 2008 s/d 2009

12. Rohedy Goenoeng Purwohandoko, S.Sos tahun 2009 s/d 2011

13. Drs. Nur Wahyudi, M.M. tahun 2011 s/d 2013

14. Setiawan Tri Widada, S.Sos tahun 2013 s/d 2016

15. Drs. Hendri Usdiarka tahun 2016 s/d 2019

16. Heri Darmawan, A.P., M.M. tahun 2019 s/d sekarang

 

 

Sumber : https://kulonprogokab.go.id/v3/portal/web/view_detil/7/sejarah

Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 85 tahun 2019

Wawancara tanggal 2 Juli 2020 dengan Bapak Subadri (Dukuh Pantog Wetan Banjaroyo, pernah tinggal di Dekso Banjararum tahun 1830 pada jaman Sultan Hamengku Buwono ke III)