Wakil Bupati Pantau Penyaluran BST di Kalibawang: “Gunakan untuk Kebutuhan Primer.”

Kepedulian atas dampak pandemi Covid-19 yang terjadi di Kabupaten Kulon Progo terus digulirkan oleh Pemerintah melalui berbagai bantuan ke masyarakat yang terdampak. Salah satu wujud bantuannya adalah dengan pemberian Bantuan Sosial Tunai (BST) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kulon Progo Tahun 2020.

“Diharapkan kepada warga penerima manfaat bantuan agar menggunakan bantuan yang sudah diterima dengan sebaik-baiknya untuk mencukupi kebutuhan primer selama terjadinya pandemi Covid-19 dan tetap mematuhi himbauan pemerintah tentang pelaksanaan protokol kesehatan untuk upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19 baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar.”

Demikian disampaikan Fajar Gegana, Wakil Bupati Kulon Progo dalam kegiatan pemantauan/monitoring  Penyaluran BST APBD Kulon Progo yang dilaksanakan di Balai Kalurahan Banjarharjo Kapanewon Kalibawang, Minggu (14/06).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya adalah Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan SDA Ir. Bambang Tri Harsono, M.M., Staf Ahli Bupati Bambang Sutrisno, S.Sos., M.Si., Kepala Bagian Kesra dan Kemasyarakatan Jazil Ambar Was’an, Sekretaris Dinas Sosial PPPA Bambang Sudaryanto dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Di lokasi pemantauan penyaluran bantuan yang dilakukan di Balai Kalurahan Banjarharjo, rombongan Wakil Bupati diterima oleh Panewu Kalibawang Heri Darmawan, A.P., M.M., Danramil 05/Kalibawang Kapten Inf Sukamta, Kapolsek Kalibawang AKP Sumina dan Lurah Banjarharjo Susanto.

Secara keseluruhan di Kapanewon Kalibawang terdapat 705 KPM (Keluarga Penerima Manfaat)  yang masuk dalam Daftar Penerima Manfaat Bantuan BST APBD 2020 terdiri dari kalurahan Banjararum 184 KPM, Banjarasri 109 KPM, Banjarharjo 157 KPM,  dan Banjaroyo 255 KPM.

Dari total 705 KPM tersebut yang telah mengambil bantuan sejumlah 681 KPM, yang belum/tidak mengambil sejumlah 24 KPM. Hal tersebut disebabkan masih terdapatnya kekurangan dokumen lampiran administrasi, data ganda, KPM terdaftar telah meninggal dunia, KPM  belum bisa hadir karena sedang tidak berada di tempat, dan sejumlah nama yang terdaftar masih dalam keadaan belum cukup umur sehingga diperlukan proses lanjutan yang akan dilakukan melalui Bank BPD DIY.

Selama proses dari antrian KPM sampai dengan selesai pengambilan bantuan dilakukan protokol kesehatan ketat dalam pencegahan penanganan Covid-19 yaitu dengan mendeteksi suhu tubuh, mencuci tangan dengan sabun/handsanitizer, menjaga jarak/physical distancing, dan wajib memakai masker. Untuk itu dalam pelaksanaan pencairan telah dilibatkan petugas-petugas dari Polsek, Koramil, Kapanewon dan  Pemerintah Kalurahan beserta Satuan Linmas Kalurahan sehingga berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar.